Insomnia atau susah tidur diartikan sebagai persepsi atau keluhan atas berkurangnya waktu tidur dengan gejala-gejala sebagai berikut: kesulitan untuk tidur, terjaga dari tidur berulang kali dengan kesulitan untuk tidur kembali, terjaga dari tidur terlalu dini atau tidur yang tidak memulihkan/menyegarkan serta telah berlangsung setidaknya selama satu bulan.
Insomnia sendiri berdampak merugikan karena dapat menyebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan waktu di sepanjang hari sehingga menyebabkan turunnya produktivitas & kualitas hidup, meningkatnya absensi di pekerjaan & kecelakaan kerja, serta dapat menimbulkan gangguan fisik & psikiatrik.
Tidur terutama pada malam hari sangat penting untuk kesehatan tubuh & hal tersebut tidak dapat digantikan oleh tidur pada waktu lain. Karena pada tidur malam hari metabolisme otak diperbaiki, neuron juga teraktifasi sehingga meningkatkan daya ingat & juga sistem kekebalan tubuh meningkat. Apabila mengalami insomnia maka dapat berakibat kurangnya konsentrasi, menurunnya daya ingat, menurunnya kemampuan berbahasa, timbulnya gangguan psikiatrik (depresi,ansietas dll) serta gangguan kesehatan lain.
Di Indonesia sendiri, prevalensi penderita insomnia diperkirakan mencapai 10 %, yang artinya dari total 238 juta penduduk Indonesia, sekitar 23 juta jiwa diantaranya menderita insomnia, baik untuk jenis insomnia transien (kesulitan tidur < seminggu), jenis insomnia jangka pendek (berlangsung 1-4 minggu) ataupun jenis insomnia kronik (berlangsung > 4 minggu). Tetapi karena kurang dianggap penting, maka banyak juga orang yang tidak menyadari dirinya mengalami kesulitan tidur atau kurang mencari pertolongan untuk mengatasi masalah tersebut.
Klik tulisan lebih lengkap di medicastore.com
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
19 Mei 2010
13 November 2009
Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis)
Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.
Penularan Penyakit Kaki Gajah
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah
Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya. Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain, Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah
Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi. Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik. Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.
Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan ke dokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya. Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.
Penularan Penyakit Kaki Gajah
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.
Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.
Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah
Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya. Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain, Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah
Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi. Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik. Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.
Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan ke dokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya. Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.
05 Agustus 2009
Asam Urat: Gejala dan Pencegahannya
Waspada terhadap asam urat, terutama bagi mereka yang sudah mulai tidak remaja lagi.
Gejala dari Penderita Asam Urat antara lain:
1. Sering merasa kesemutan dan linu,
2. Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur,
3. Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.
Solusi mengatasi Asam Urat:
1. Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
2. Kontrol makanan yang dikonsumsi.
3. Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
Makanan yang harus dihindari (mengandung banyak purin):
1. Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
2. Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
3. Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
4. Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
5. Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
6. Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
Sumber: Kumpulan Info Kesehatan
Gejala dari Penderita Asam Urat antara lain:
1. Sering merasa kesemutan dan linu,
2. Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur,
3. Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.
Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.
Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.
Solusi mengatasi Asam Urat:
1. Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.
2. Kontrol makanan yang dikonsumsi.
3. Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
Makanan yang harus dihindari (mengandung banyak purin):
1. Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.
2. Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.
3. Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.
4. Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
5. Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.
6. Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.
Sumber: Kumpulan Info Kesehatan
04 Mei 2009
Demam Berdarah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Hati-hati dengan “Demam Berdarah (DBD)”, beberapa warga RW 13 pada awal bulan Mei 2009 ini, sudah ada yang terjangkit DBD, bahkan harus dirawat di rumah sakit. Dengan demikian ada baiknya untuk mengenali gejala penyakit tersebut, dan bagaimana cara penyebaran serta pengobatannya.
Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.
Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimptomatik atau tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare.
Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :
■ Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °C)
■ Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
■ Hepatomegali (pembesaran hati).
■ Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
■ Trombositopeni, pada hari ke 3 - 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 /mm³.
■ Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
■ Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala.
■ Pendarahan pada hidung dan gusi.
■ Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
Pengobatan penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:
■ Penggantian cairan tubuh.
■ Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter –2 liter dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).
■ Gastroenteritis oral solution/kristal diare yaitu garam elektrolit (oralit), kalau perlu 1 sendok makan setiap 3-5 menit.
Namun demikian, karena untuk mendiagnosa penyakit DBD ini diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman pengamatan klinis. Jika kita menemukan gejala-gejala seperti disebutkan di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter dan lakukan pemeriksaan laboratorium.
Tulisan lebih lengkap mengenai DBD, klik doktertomi.com
Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.
Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimptomatik atau tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare.
Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :
■ Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 °C- 40 °C)
■ Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
■ Hepatomegali (pembesaran hati).
■ Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
■ Trombositopeni, pada hari ke 3 - 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 /mm³.
■ Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
■ Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala.
■ Pendarahan pada hidung dan gusi.
■ Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.
Pengobatan penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:
■ Penggantian cairan tubuh.
■ Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter –2 liter dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).
■ Gastroenteritis oral solution/kristal diare yaitu garam elektrolit (oralit), kalau perlu 1 sendok makan setiap 3-5 menit.
Namun demikian, karena untuk mendiagnosa penyakit DBD ini diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman pengamatan klinis. Jika kita menemukan gejala-gejala seperti disebutkan di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter dan lakukan pemeriksaan laboratorium.
Tulisan lebih lengkap mengenai DBD, klik doktertomi.com
26 Maret 2009
Amankah Mengkonsumsi Daging Ayam?
Berita mengenai merebaknya flu burung beberapa waktu yang lalu cukup menggemparkan, karena diantara yang terjangkit sampai meninggal dunia.
Virus flu burung yang dikenal paling berbahaya atau high-pathogenic avian influenza yang dapat menginfeksi manusia (zoonosis), adalah tipe H5N1 dan H9N2.
Pertanyaan yang kemudian muncul, masih amankah mengkonsumsi daging ayam atau daging unggas lainnya?
Penularan dari unggas ke manusia terjadi bila kita melakukan kontak langsung, seperti memelihara atau menyembelih unggas. Atau di sekitar tempat tinggal kita ada unggas hidup yang terinfeksi penyakit ini.
Kita aman mengonsumsi dagingnya, karena hanya unggas hidup yang bisa menularkan penyakit ini. Apalagi pemanasan dengan suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit, atau 80 derajat Celcius selama 1-2 menit, sudah mengakibatkan virus tersebut "mati".
Jadi seandainya daging ayam yang kita beli mengandung virus flu burung pun, asal dimasak dengan benar, digodog sampai airnya mendidih, atau digoreng matang. Apalagi kebiasaan di kita bikin sop, semur dan lain-lain pasti airnya sampai mendidih (100 derajat Celcius). Daging ayam goreng yang disukai, adalah yang kering.
Dijamin virusnya bakalan mati.
Virus flu burung yang dikenal paling berbahaya atau high-pathogenic avian influenza yang dapat menginfeksi manusia (zoonosis), adalah tipe H5N1 dan H9N2.
Pertanyaan yang kemudian muncul, masih amankah mengkonsumsi daging ayam atau daging unggas lainnya?
Penularan dari unggas ke manusia terjadi bila kita melakukan kontak langsung, seperti memelihara atau menyembelih unggas. Atau di sekitar tempat tinggal kita ada unggas hidup yang terinfeksi penyakit ini.
Kita aman mengonsumsi dagingnya, karena hanya unggas hidup yang bisa menularkan penyakit ini. Apalagi pemanasan dengan suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit, atau 80 derajat Celcius selama 1-2 menit, sudah mengakibatkan virus tersebut "mati".
Jadi seandainya daging ayam yang kita beli mengandung virus flu burung pun, asal dimasak dengan benar, digodog sampai airnya mendidih, atau digoreng matang. Apalagi kebiasaan di kita bikin sop, semur dan lain-lain pasti airnya sampai mendidih (100 derajat Celcius). Daging ayam goreng yang disukai, adalah yang kering.
Dijamin virusnya bakalan mati.
17 Februari 2009
Self Diagnostic: Cara Mengetahui Apakah Berat Badan Kita Ideal?
Kesehatan adalah hal penting yang harus selalu dijaga. Kontrol terhadap kesehatan sebaiknya dilakukan oleh diri-sendiri. Salah satu hal yang terkait dengan menjaga kesehatan adalah mengontrol berat badan.
Kegemukan atau kelebihan berat badan biasanya berkorelasi dengan beberapa penyakit seperti jantung dan kelebihan unsur lemak darah (kolesterol). Demikian pula dengan kondisi badan yang terlalu kurus, tidak baik pula bagi kesehatan.
Tapi bagaimana cara mengetahui, apakah berat badan kita memiliki bobot yang ideal, tidak terlalu gemuk, tapi juga tidak terlalu kurus.
Tidak usah bingung, caranya silakan KLIK DI SINI
Kegemukan atau kelebihan berat badan biasanya berkorelasi dengan beberapa penyakit seperti jantung dan kelebihan unsur lemak darah (kolesterol). Demikian pula dengan kondisi badan yang terlalu kurus, tidak baik pula bagi kesehatan.
Tapi bagaimana cara mengetahui, apakah berat badan kita memiliki bobot yang ideal, tidak terlalu gemuk, tapi juga tidak terlalu kurus.
Tidak usah bingung, caranya silakan KLIK DI SINI
Langganan:
Postingan (Atom)